Komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan memprioritaskan keselamatan setiap pasien.
Meningkatkan keselamatan pasien dan pelayanan yang berkualitas melalui penerapan 7 standar utama.
Memastikan identifikasi pasien yang benar sebelum memberikan pelayanan, tindakan medis, atau pemberian obat.
Membangun komunikasi yang jelas dan efektif antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga untuk mengurangi kesalahan informasi.
Menjamin keamanan dalam penggunaan obat, termasuk pemeriksaan dosis, cara pemberian, dan potensi alergi obat.
Memastikan prosedur pembedahan dilakukan pada pasien yang tepat, lokasi yang benar, dan tindakan yang sesuai.
Menerapkan pengendalian infeksi yang ketat termasuk kebersihan tangan, penggunaan APD, dan sterilisasi alat medis.
Mengidentifikasi dan menangani faktor risiko jatuh pada pasien, terutama lansia, anak-anak, dan pasien dengan mobilitas terbatas.
Melindungi kerahasiaan data dan informasi pribadi pasien sesuai dengan peraturan dan etika medis yang berlaku.
Budayakan keselamatan pasien, wujudkan pelayanan berkualitas melalui 6 sasaran utama yang terukur.
Menggunakan minimal dua penanda identitas (nama dan tanggal lahir/NIK) sebelum setiap tindakan medis, pemberian obat, atau pengambilan sampel.
Menerapkan metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) untuk komunikasi antar tenaga kesehatan yang terstruktur dan efisien.
Melakukan pengecekan 5 benar (pasien, obat, dosis, jalur, waktu) serta memastikan rekonsiliasi obat dilakukan pada setiap perpindahan pelayanan.
Melaksanakan sign-in, time-out, dan sign-out sebelum, saat, dan setelah prosedur pembedahan untuk memastikan kesesuaian tindakan.
Menerapkan 5 momen kebersihan tangan, penggunaan APD sesuai standar, serta pengelolaan limbah medis yang tepat untuk mencegah infeksi nosokomial.
Melakukan skrining risiko jatuh, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, serta menyediakan lingkungan yang aman dengan fasilitas penunjang.
Keselamatan pasien dimulai dari kita — 7 langkah strategis untuk membangun budaya keselamatan di fasilitas kesehatan.
Membangun pemahaman dan kesadaran seluruh staf tentang pentingnya keselamatan pasien sebagai bagian integral dari budaya organisasi.
Kepemimpinan yang berkomitmen penuh untuk mendukung program keselamatan pasien dengan menyediakan sumber daya, kebijakan, dan arahan yang jelas.
Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses klinis dan operasional untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan potensi bahaya.
Aktif mempromosikan budaya keselamatan melalui pelatihan, kampanye internal, dan partisipasi pasien serta keluarga dalam proses pelayanan.
Mendorong pelaporan insiden keselamatan tanpa takut akan hukuman, serta melakukan analisis akar masalah untuk perbaikan berkelanjutan.
Mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan struktural, prosedural, maupun kultural yang menghalangi pencapaian keselamatan pasien.
Membangun kerja sama lintas profesi dan lintas unit yang solid, karena keselamatan pasien adalah tanggung jawab bersama seluruh tim kesehatan.
Aman bagi pasien, nyaman bagi semua. Setiap langkah yang kita ambil adalah untuk keselamatan dan kenyamanan pasien.